Halo CLM selamat datang kembali. Kali ini kami akan mulai membahas tentang pasir kucing. Lebih tepatnya kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis pasirnya para kucing. Tahukah kalian? kalau sekarang ini sudah banyak sekali jenis pasir yang biasanya sering digunakan oleh para kucing

1. Pasir Zeolit

Pasir zeloit
Pasir Zeoilit ukuran Besar

Pasir ini merupakan pasir yang berbentuk seperti kerikil. Jenis pasir ini merupakan jenis yang paling sering digunakan oleh cat lover mania alasanya sangatlah simpel , yaitu harganya murah. Satu karung pasir zeloit (20-25kg tergantung merk) dengan harga pada kisaran 30-40 ribu saja. 

Selain murah tentunya jenis pasir ini lebih ramah lingkungan dan ramah untuk kucing juga. Kenapa? Karena pasir ini tidak menghasilkan banyak debu ketika di pakai si anabul . Serta tidak mengandung bahan kimia. Jenis pasir bisa kita pakai lagi (reuse) tentu saja dengan cara mencuci yang benar maka pasir ini akan menjadi pasir yang sehat untuk digunakan kembali. Kelebihan lainnya adalah tidak membuang banyak pasir sisa, jadi tidak boros juga.

Kelemahan dari penggunaan pasir ini adalah terlalu banyaknya waktu yang terbuang untuk mencuci pasir. Harus rutin cuci pasir min 1-2 hari sekali, karena pip anabul akan terkubur di bagian dasar litter box. Jadi kalau jarang di bersihkan ditakutkan banyak kuman dan bakteri yang timbul yang berbahaya. Perlu biaya untuk beli disinfektan (cari yg murah aja kalau gitu, pakai pembersih lantai juga bisa). Harus punya lahan untuk menjemur pasir.

2. Pasir Gumpal/ Bentonite 

Pasir Bentonite
Pasir Gumpal/ Bentonite

Merupakan jenis pasir yang banya di minati oleh orang-orang karena cara penggunaanya yang simpel dan tidak butuh waktu lama ( sekali pakai- buang). Bila membicarakan pasir ini maka banyak merk pasir jenis ini bertebaran di Pet Shop atau pun online shop dengan berbagai macam aroma / wewangian seperti strawbery, baby powder, lemon, apel, lavender, natural, dst.

Kelebihan dari pasir ini tentu saja, tidak lain tidak bukan ialah karena praktis karena kita tinggal mengambil pup dan pip yang sudah menggumpal. Kedua dapat menutupi bau pip dan pup anabul lebih kuat dibandingkan pasir zeolit. pasir ini akan menggumpal ketika ada cairan yang jatuh atau masuk ke dalam pasir. Kebanyakan merk pasir gumpal ini juka memberikan klaim bahwa pasir tersebut anti bakteri.

Kekurangannya boros, bila dapat merk yang banyak debunya berbahaya bagi paru-paru anabul. Ada kemungkinan tertelan secara tidak sengaja saat kucing melakukan self grooming ( jilat-jilat badan) yang mana berbahaya karena bahan pasir ini rata-rata bukan bahan alami.

3. Pasir Kristal

Berbeda dengan pasir sebelumnya ,pasir ini tidak menggumpal melainkan menyerap cairan pip yang jatuh keatas pasir dan butiran kristal tersebut akan pecah jadi tidak akan mengenai butiran yang lainnya , yang masih kering masih bisa digunakan.

Jenis pasir ini sangat memudahkan para pemilik karena kita hanya perlu mengambil pup anabul saja tanpa harus membersihkan sisa pip , yang mana berbeda dengan dua pasir di atas yang satu harus sering di cuci , dan yang lain masih harus di ambil gumpalan pasirnya.

Jika melihat cara kerjanya maka pasir ini tak berbeda dengan pasir bentonite yang mana termasuk jenis pasir yang boros, selain boros karena penggunaannya juga boros di kantong karena harganya sendiri lebih mahal dari kedua jenis sebelumnya. Pasir bekas pip harus dibersihkan bila sudah penuh , jangan menunggu lama , karena nanti akan tercium bau-bau yang tak sedap (bau kimia) yang bisa bikin sesak nafas. Tapi bagi sebagian orang yang bisa atau mau mencucinya mungkin tidak boros karena kita bisa reuse pasir tsb. (Untuk cara cuci pasir ini nanti saya update di post selanjutnya di sertai gambar kalau sempat)

4. Pasir Pantai atau Pasir Sungai

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cat_defecating_on_sand_mound..JPG
Cat on sand mound

Mungkin jenis pasir ini jarang digunakan oleh sebagian cat lover mania, tapi bagi sebagian orang yang biasanya memelihara kucing domestik ( tapi kucing ras milik teman saya juga menggunakannya ). Bagi mereka yang berada di daerah pantai pasir ini dijamin murah meriah hehehehe , mau tiap hari ganti juga nggak papa, tinggal buang – cuci litter box – ambil lagi yang baru.

Kenapa pakai pasir ini? yang jelas karena jenis pasir ini sering di gunakan oleh kucing-kucing domestik liar sekalipun jadi memang lebih alami. Kelebihan dan Kekurangannya hampir sama dengan pasir zeolit hanya pasir ini nggak perlu di cuci.

Buat mereka yang jauh dari pantai bisa gunakan pasir sungai yang biasanya jadi pasir material bangunan itu lho. kalau di tinjau dari segi kesehatannya yha silahkan nilai sendiri, saya sendiri belum kepikiran untuk menggunakan pasir-pasir yang satu ini.

5. Pasir Biodegradable

Yha beginilah beberapa orang memanggilnya atau bisa juga disebut pasir pelet karena bentuknya yang sedemikian itu. Pasir ini di buat dari bahan-bahan organik ada yang dair batang-batang pohon, bonggol jagung, dsb. Organik kan? Ramah lingkungan sudah jelas, tidak mengandung bahan kimia pula. Tidak mengandung pewangi berbahaya dan mudah dibersihkan pula seperti pasir gumpal.

Pasir ini bekerja layaknya pasir gumpal dan pasir kristal yaitu pasir akan menyerap cairan pip anabul dan pelet yang sudah berisi cairan akan mengembang, bila di biar kan terkena pip sampai 2-3 kali mala pelet akan hancur dengan sendirinnya.

Cara membersihkan pup dan pip cukup mudah mirip pasir gumpal tetapi sedikit terbali, bila pasir gumpal pasir yang masuk ke dalam serokan adalah pasir yang sudah tidak dapat digunakan sedangkan kalau pada jenis ini pasir yang terangkat nantinya adalah pasir yang masih bagus dan yang rusak akan tertinggal di bawah.

Biayanya tergantung dari merknya ada yang per-kg nya dihargai 11-18 ribu rupiah ada juga versi kemasan pabrik yang sehargan 150.000 rupiah.

Baca juga :

Sudah semua sepertinya sekarang tinggal giliran anda untuk menentukan sendiri pilihan yang mana , mana yang lebih manfaat dan mana yang sesuai dengan kondisi kantong kita, yang jelas manapun pilihannya tentunya itu adalah pilihan terbaik untuk kucing kesayangan kita.

Nah sekian dulu topik bahasan kali ini , bila ada informasi lebih atau ada kekeliruan silahkan klik tulisan komentar di bawah artikel ini. Sekian dan terima kasih telah membaca artikel kali ini sampai juga pada topik berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *